Senin, 12 Maret 2012

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang mumi. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

1. Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.

2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.

3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.

4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.

5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan". Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang tethatas.
Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.

2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun did sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

3. Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

- penderitaan atas ketidak adilan
- perjuangan untuk kekuasaan
- konflik dengan sesamanya
- pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Manusia dan Kebudayaan Batak

Arti manusia batak:

Bagi suku lain, nada suara halak hita dibilang sangat tinggi. Lelaki Batak yang memiliki pita suara segarang Jack Marpaung pun akan tetap berteriak-teriak di acara pesta walaupun tangannya sedang memegang mikrofon. Tampang wajah “marsuhi-suhi” adalah pembeda khas amuba Batak dengan amuba Tionghoa atau amuba Aceh. Tulang-tulang pada wajah orang Batak berbeda dengan tulang wajah orang-orang dari suku lain. Halak hita memiliki rongga kosong atau sinus yang lebih besar pada tulang dahi, pipi, hidung, serta dasar otaknya dibandingkan manusia Indonesia pada umumnya. Konon sinus-sinus itulah yang membuat suara orang Batak lebih menggelegar dalam olah vokal, selain membentuk hidung pesek.

Banyak stereotip negatif dan positif tersemat pada orang Batak. Sering terdengar, meskipun kasar dan galak, sesungguhnya manusia Batak sangat mudah terusik kalbunya. Si Poltak, preman yang di siang hari merajai terminal kota, yang tubuhnya dipenuhi tatto, akan menangis meraung-raung saat mendapati anak atau ibunya tengah sekarat di tangan dokter. “Tampang boleh Rambo, tapi hati Rinto.”

Katanya lelaki Batak sangat setia kawan hingga rela mengorbankan uang bahkan nyawa demi membela sahabat, tapi faktanya tidak demikian. Jangankan di Medan atau Jakarta, di mana berlaku prinsip “siapa lu siapa gue”, halak hita yang tinggal di Tanah Batak ini pun sudah mulai menikmati bagaimana mencari untung dengan menyudutkan teman hingga buntung. Kawan dikhianati demi menyelamatkan diri.

Katanya orang Batak itu tegas dan sportif; faktanya banyak yang justru bersungut-sungut di belakang, tidak ikhlas mengakui kelebihan orang lain, dan marah ketika kalah.

Katanya halak hita pemberani; faktanya banyak yang tidak bernyali.

Katanya manusia Batak itu kritis; faktanya tidak sedikit yang justru merendahkan diri menjadi penjilat. Bupati koruptor masih disanjung-sanjung dan digadang-gadang untuk periode kedua karena rajin mengikuti ibadah dan pesta-pesta adat.

Karakter orang Batak sejatinya bukan seperti wajah badut bertopeng. Dia tidak terlahir dengan watak penuh basa-basi. Tanpa ragu dia mesti berani mengatakan mana yang salah atau benar. Dia tidak akan memilih “abu-abu” karena ada warna kebanggaan sukunya yang lebih tegas seperti warna ulos dan ukiran gorga: putih, merah, dan hitam.

Dia tidak akan bimbang. Batak bukan peragu.

Suatu ketika seorang teman saya yang bukan Batak mengatakan penilaiannya bahwa orang Batak itu gagah, gahar, dan garang seperti singa — pantang menyerah, pantang ditantang berdebat — dan (karenanya) banyak yang berhasil menjadi jenderal polisi atau militer, pengacara, politikus nasional, hingga jaksa dan hakim.

Pantas saja dibilang seperti singa — yang jantan menjaga keluarga, yang betina memberi makan anak-anaknya. Mari lihat sekitar kita: Ketika kaum ibu menguras tenaga bekerja di sawah, banyak kaum bapak malah asyik menenggak tuak atau membahas togel di lapo dengan memakai uang yang dihasilkan dari keringat isterinya. (Pertama kali terbit di Koran Tapanuli.)

Arti Kebudayaan Batak

Yang diamksud dengan kebudayaan Batak yaitu seluruh nilai-nilai kehidupan suku bangsa Batak diwaktu-waktu mendatang merupakan penerusan dari nilai kehidupan lampau dan menjadi faktor penentu sebagai identitasnya.
Refleksi dari nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi suatu cirri yang khas bagi suku bangsa Batak yakni : Keyakinan dan kepercayaan bahwa ada Maha Pencipta sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segala sesuatu isinya, termasuk langit dan bumi.

Untuk mewujudkan keseimbangan dalam menjalankan nilai-nilai kehidupan sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, Tuhan Maha Pencipta sebagai titik orientasi sipritualnya, alam lingkungan sebagai objek integritasnya suku bangsa Batak telah dinaungi Patik. Patik berfungsi sebagai batasan tatanan kehidupan untuk mencapai nilai-nilai kebenaran. Patik ditandai dengan kata Unang, Tongka, Sotung, Dang Jadi.
Sebagai akibat dari penyimpangan tatanan kehidupan yang dimaksud dibuatlah Uhum atau Hukum. Uhum/Hukum ditandai oleh kata; Aut, Duru, Sala, Baliksa, Hinorhon, Laos, Dando, Tolon, Bura dsb.

Didalam menjalankan kehidupan suku bangsa Batak terutama interaksi antara sesama manusia dibuatlah nilai-nilai antara sesama, etika maupun estetika yang dinamai Adat.
Suku bangsa Batak mempunyai system kekerabatan yang dikenal dan hidup hingga kini yakni Partuturon.
Peringatan untuk tidak melanggar Patik itu ditegaskan dengan kata Sotung. Dan mengharamkan segala aturan untuk dilanggar dikatakan dengan kata Subang.

Makna Kebudayaan Batak

Tata nilai kehidupan suku Batak di dalam proses pengembangannya merupakan pengolahan tingkat daya dan perkebangan daya dalam satu sistem komunikasi meliputi :
a. Sikap Mental (Hadirion)
· Sikap mental ini tercermin dari pepatah : babiat di harbangan, gompul di alaman.
· Anak sipajoloon nara tu jolo.

b. Nilai Kehidupan (Ruhut-ruhut Ni Parngoluon)
Pantun marpangkuling bangko ni anak na bisuk. Donda marpangalaho bangkoni boru na uli. (pantun hangoluan tois hamagoan).

Cara Berpikir (Paningaon)
Raja di jolo sipatudu dalan hangoluan.
Raja di tonga pangahut pangatua, pangimpal, pangimbalo (pemersatu).
Raja di pudi siapul natangis sielek na mardandi

Cara Bekerja (Parulan)
Mangula sibahen namangan
Maragat bahen siinumon

Logika (Ruhut, Raska, Risa)
Aut so ugari boru Napitupulu na tumubuhon au, dang martulang au tu Napitupulu

Etika (Paradaton)
Tinintip sanggar bahen huru-huruan
Nisungkun marga asa binoto partuturon

Estetika (panimbangion)
Hatian sora monggal ninggala sibola tali

Rangkuman

Pandangan Umum.
Budaya berasal dari bahasa sanskerta yaitu Budhayah bentuk jamak dari budi dan akal. Sedangkan kata budaya ialah perkembangan majemuk dari budidaya yang berarti daya dan budi.
Hakekat budaya adalah hasil daya dari budi berupa Cipta, Karsa, Rasa.
Defenisi kebudaytaan adalah sejumlah kepandaian dan pengalaman-pengalaman generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru dan yang tersusun dalam masyarakat.
Salah satu aspek kebudayaan adalah ADAT. Adat ialah segala sesuatu kebiasaan-kebiasaan generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru; telah tersusun rapi dalam masyarakat dan dibatasi oleh norma-norma tertentu.

Pandangan Khusus
Pemahaman suku bangsa Batak tentang mikro kosmos dan makro kosmos dimana hubungan manusia Batak dengan Tuhannya, hubungan manusia Batak dengan manusia lainnya, manusia Batak dengan alam lingkungannya selalu di batasi oleh patik dan uhum.
Itu berarti tatanan kehidupan suku Batak dari dulu hingga sekarang ini telah diatur oleh suatau sistem yaitu Budaya, dalam bahasa Batak lebih diartikan sebagai UGARI.

LOGIKA

Budaya Batak mencerminkan nilai-nilai peradaban yang tinggi sehingga suku bangsa Batak mengakui Tuhan Maha Pencipta sebagai orientasi spritualnya.
Suku bangsa yang tidak mempunyai budaya adalah suku bangsa yang tidak mengenal Tuhan dan disebut biadab.

pengertian ilmu budaya dasar sebagai mata kuliah dasar umum

Ilmu Budaya Dasar Sebagai Salah Satu Mata Kuliah Dasar Umum
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia sehari-hari.Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita. Dengan dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar, diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya.
Secara sederhana IBD adlah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
“The Humanities” adalah istilah yang digunakan sebelum istilah “Ilmu Budaya Dasat” yang sekarang kita gunakan. The humanities berasal dari bahasa latin humanus yang bisa di artikan manusia, berbudaya dan halus.

LATAR BELAKANG ILMU BUDAYA DASAR
Latar belakang IBD berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermindalam berbagai aspek kebudayaannya.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budaya nya, sehingga manusia binggung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.
Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu danpengetahuan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Natural science
Ilmu-ilmu alamiah yang bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat pada alam semesta. Astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika adalah yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah.
2. Sosial science
Ilmu sosial yang bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Ilmu Ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan Budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian IBD tidak lain merupakan usaha yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk menjangkau tujuan tersebut, IBD dapat di harapkan agar :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat memperluas pandangan mereka dan agar meraka dapat berfikir kritis.
3. Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Ada 2 masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Rabu, 04 Januari 2012

LYCOS

Kali ini saya akan menjelaskan tentang lycos. ini adalah tugas saya untung internet dasar .
thanks to http://www.labintdas.co.cc/
Lycos adalah potongan nama hewan. Tepatnya nama laba-laba. Lycos adalah potongan dari nama “Lycosidae”, yaitu nama keluarga laba-laba yang dapat bergerak sangat cepat. Mengapa laba-laba? Karena Lycos menggunakan teknologi “spider” untuk menjelajahi website (jaring-jaring situs). Spider di sini adalah terminologi internet untuk suatu robot program, yang dapat melakukan penyusunan index banyak tempat dengan menjelajahi dan merekamnya satu persatu.



Sejarah Lycos


Lycos adalah mesin pencari dan portal web yang didirikan pada tahun 1994. Lycos juga mencakup jaringan email, webhosting, jaringan sosial, dan situs hiburan. Lycos dimulai sebagai sebuah proyek riset oleh Michael Loren Mauldin dari Carnegie Mellon University pada tahun 1994. Lycos Inc dibentuk dengan sekitar US $ 2 juta dalam pendanaan modal ventura dari CMGI. Bob Davis menjadi karyawan CEO dan pertama dari perusahaan baru pada tahun 1995. Setelah berhasil mencoba untuk mengubah bisnis menjadi sebuah perusahaan perangkat lunak menjual versi perusahaan dari perangkat lunak pencarian, Davis berkonsentrasi pada pembangunan perusahaan menjadi sebuah portal web yang didukung iklan. Lycos menikmati beberapa tahun pertumbuhan selama tahun 1990-an dan menjadi tujuan online yang paling banyak dikunjungi di dunia pada tahun 1999, dengan kehadiran global di lebih dari 40 negara.

Lycos dijual ke Terra Jaringan Spanyol Mei 2000 sebesar $ 13 miliar, membentuk perusahaan baru, Terra Lycos, dan mempertahankan posisi sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia internet. Tak lama setelah merger, Davis meninggalkan perusahaan untuk menjadi kapitalis ventura dengan Highland Capital Partners di Boston. Pada bulan Oktober 2004, Lycos telah dijual kepada Daum Communications, portal Internet terbesar kedua di Korea, sekali lagi menjadi Lycos Inc .

Pada tanggal 16 Agustus 2010, Ybrant Digital mengumumkan penandatanganan perjanjian pembelian saham untuk mengakuisisi Lycos Inc dari Daum Communications Korea sebesar $ 36 juta.Pada tahun 1996, perusahaan telah menyelesaikan IPO tercepat dari awal untuk menawarkan dalam sejarah NASDAQ. Pada tahun 1997, menjadi salah satu bisnis internet pertama menguntungkan di dunia. Pada tahun 1998, Lycos dibayar $ 58.000.000 untuk Tripod dalam usaha untuk "masuk ke dalam pasar portal." [5] Selama beberapa tahun ke depan, Lycos mengakuisisi hampir dua brand internet lusin termasuk Gamesville, WhoWhere, Wired Digital (akhirnya dijual ke Wired), Quote.com, Angelfire, Matchmaker.com dan Raging Bull.

Lycos Eropa adalah perusahaan patungan antara Lycos dan perusahaan transnasional Bertelsmann media, tetapi selalu menjadi entitas perusahaan yang berbeda. Meskipun Lycos Eropa tetap terbesar Lycos usaha di luar negeri itu, beberapa perusahaan lain juga mengadakan perjanjian usaha patungan termasuk Kanada Lycos, Lycos, Lycos Korea dan Asia.

Dekat puncak dari gelembung internet di Mei 2000, Lycos mengumumkan niat untuk menjadi diakuisisi oleh Terra Networks, lengan internet telekomunikasi Spanyol Telefónica raksasa, sebesar $ 5,4 miliar. Harga akuisisi mewakili kembalinya hampir 3000 kali investasi venture awal perusahaan modal dan sekitar 20 kali penilaian penawaran umum perdana. Transaksi ini ditutup pada bulan Oktober 2000 dan perusahaan gabungan ini berganti nama Terra Lycos, meskipun merek Lycos terus digunakan di Amerika Serikat. Luar negeri, perusahaan terus dikenal sebagai Terra Networks. Davis meninggalkan perusahaan lama setelah merger selesai untuk bergabung Highland Capital Partners, perusahaan modal ventura dana di mana dia sekarang menjabat sebagai mitra umum pengelolaan dan berkonsentrasi pada investasi internet.

Pada tanggal 2 Agustus 2004, Terra mengumumkan bahwa menjual Lycos ke Seoul, Korea Selatan Komunikasi berbasis Daum Corporation sebesar $ 95.400.000 dalam bentuk tunai, kurang dari 2% dari investasi awal Terra multi-miliar dolar. Pada bulan Oktober 2004, transaksi tertutup dan nama perusahaan berubah kembali ke Lycos Inc setengah sisa dari bisnis yang dimiliki oleh Terra kemudian dibeli kembali oleh Telefónica.

Di bawah kepemilikan baru, Lycos mulai memfokuskan kembali strategi. Pada tahun 2005, perusahaan ini bergerak menjauh dari portal pencarian-sentris dan torward tujuan masyarakat untuk konten hiburan broadband. Dengan tim manajemen baru di tempat, Lycos juga mulai divestasi sifat yang tidak inti untuk strategi baru. Pada bulan Juli 2006, Wired News, yang telah menjadi bagian dari Lycos sejak pembelian Wired Digital pada tahun 1998, telah dijual kepada Conde Nast Publikasi dan kembali bergabung dengan Wired Magazine. Para Lycos Keuangan divisi, paling dikenal untuk Quote.com dan Raging Bull.com, dijual kepada FT Interactive Data Corporation pada bulan Februari 2006, saat online situsnya kencan, Matchmaker.com, dijual ke Date.com. Pada tahun 2006, Lycos kembali kepemilikan merek dagang Lycos dari Carnegie Mellon University.

Selama tahun 2006, Lycos memperkenalkan beberapa layanan media, termasuk Lycos Telepon yang dikombinasikan video chat, video real-time on demand, dan MP3 player. Pada bulan Agustus tahun yang sama, sebuah versi baru dirilis Lycos Mail, yang memungkinkan mengirim dan menerima file besar, termasuk ukuran lampiran file tak terbatas. Pada bulan November 2006, Lycos mulai menggelar aplikasi berpusat di sekitar media sosial, termasuk [rujukan?] Pertama "melihat dan chatting" aplikasi video dengan peluncuran platform Cinema Lycos. Pada bulan Februari 2007, Lycos MIX diluncurkan, memungkinkan pengguna untuk menarik klip video dari YouTube, Google Video, Yahoo Video dan MySpace Video. Lycos MIX juga memungkinkan pengguna untuk membuat playlist di mana pengguna lain bisa menambahkan komentar video dan chatting secara real-time.



Fitur-Fitur Lycos



A . Cek E-mail


Account e-mail Lycos ini mencakup fitur canggih:
* Penyimpanan 5GB mail
* POP3/IMAP akses
* Advanced penyaringan spam
* Virus memeriksa
* Domain dan alamat memblokir
* Tidak ada iklan


B . Membangun Website Gratis

-Site Building Webon

Membangun situs yang fantastis tidak harus keras. Dengan alat pembangun situs Webon ini dapat memiliki tampak profesional, mudah-mengelola website dan berjalan hanya dalam hitungan menit. Webon adalah kaya fitur namun mudah digunakan. drag-and-drop alat Its sudah akrab bagi pengguna salah satu aplikasi desktop yang umum seperti Microsoft Word. Cukup klik dan ketik di mana teks yang kita inginkan dan akan tertampil . Upload dan menampilkan gambar, video, file audio serta PDF, Word docs dan banyak lagi! Ubah gaya template dengan satu klik dan lakukan sesering kita suka Penerbitan situs ini ke Internet sangat mudah dengan Webon. Webon selalu menyimpan pekerjaan kita sehingga kita tidak akan kehilangan apa-apa. Menggunakan Webon ini kita dapat memiliki situs yang dipublikasikan ke internet dalam beberapa menit


-Web Hosting

Tripod pertama kali online pada tahun 1996.

Khas situs yang mungkin akan terlihat pada Tripod adalah:
* Klub *Salon Kecantikan
* Hobi * Penulis
* Perajin * Aktor
* Gaming Clans * Guru Musik
* Landscapers
* Gereja Groups
* Realtors
* Situs Komunitas
* Musisi



-Domains

Lycos domain screenshot

Tripod telah mengelola domain hampir sepanjang domain telah ada. Pada kenyataannya, kita hanya dirancang ulang semua alat manajemen domain ini tahun lalu. Semuanya label yang jelas, membuat mudah untuk menemukan dan menggunakan Tripod Domain yang mempunyai harga tinggi, fitur yang bagus, dan layanan besar.

Lycos Email - powered by Zimbra
Setiap Domain Lycos secara otomatis dilengkapi dengan webmail Zimbra berkualitas tinggi yang telah diaktifkan. Modern Zimbra's, antarmuka yang kuat membuat pengelolaan email kita sangat mudah. Lebih POP dan akun IMAP dapat dibeli sesuai kebutuhan

SiteLock ™ - Keamanan untuk Usaha Kecil
Menyediakan pelanggan dengan keyakinan bahwa situs kita aman dan bisnis kita dapat dipercaya dengan mendaftar SiteLock ™ yang bermanfaat untuk :

* Membangun kepercayaan
* Harian keamanan pemindaian
* Meningkatkan penjualan


C . Membeli Sebuah Domain

Email Powerfull yang mendukung semua program email populer
* Homepage untuk diri sendiri atau bisnis
* Mudah integrasi dengan Tripod, Angelfire, dan lain-lain
* Dukungan bebas pulsa telepon
* Mudah manajemen untuk pemula dan pengguna tingkat lanjut

Fitur Baru - Domain Parking dengan Sedo


Domain Parking dengan Sedo adalah cara sederhana untuk mendapatkan uang dari lalu lintas alam domain kita. Jika kita telah terdaftar nama domain yang saat ini tidak digunakan, maka domain parkir adalah cara yang bagus untuk menempatkan orang-domain untuk bekerja.

Tentang Domain Lycos


Lycos Domain membuat nama domain mudah. Selama hampir satu dekade, Lycos telah menjadi one-stop shop untuk nama domain, email, dan banyak lagi. Domain Lycos olahraga alat manajemen yang besar domain (DNS), integrasi yang mudah dengan Tripod dan Angelfire, dan fitur canggih termasuk Domain Privasi, nama domain verifikasi dengan SiteLock, Premium Domain nama, dan banyak lagi. Membeli nama domain melalui Lycos, murah dan aman. Dan sekarang, Lycos Domain mendukung domain lebih di negara-negara lebih dari sebelumnya.



D . Bermain Game di Lycos



E . Mendapatkan transaksi harian




Kelebihan Search Engine LYCOS

1. . Lycos mampu mencari data dengan cepat dan ini merupakan kelebihannya.

2. Dalam hal pencarian informasi cukup cepat.

3. Lycos menyediakan fungsi “Fun Search”.

4. Lycos juga menampilkan 50 pencarian terbesar di halaman depannya.


Kekurangan Search Engine LYCOS

1. Untuk mencari berita-berita aktualnya, pengguna harus masuk ke bagian site map karena berita-berita tersebut tidak ditampilkan di halaman depan.

2. Sering tidak spesifik karena datanya kebanyakan masih mengambil data dari mesin pencari Alltheweb yang tergolong paling lamban dalam pencarian data.

Jumat, 02 Desember 2011

Seorang Kawan

Perjalanan hidup manusia memang serba tak terduga. Siapa yang bisa menyangka, Mardin, kawan yang terkenal royal pada masa kuliah tiga tahun yang lalu, kini setelah tiga tahun menikah dan sudah punya dua orang anak, jangankan untuk mentraktirku menonton film di bioskop seperti yang selalu ia lakukan seusai menerima gajinya di setiap awal bulan, untuk membeli sebatang rokok pun kini ia harus pikir-pikir. Pakaiannya pun kelihatannya sudah lusuh dan mungkin tidak pernah diganti dengan yang baru. Sinar matanya redup menandakan kelelahan yang sangat dalam pergulatan hidup yang keras. Ada apa dengan kawan ini? Itulah pertanyaan dalam batinku, ketika aku bertemu dengannya di rumah kontrakanku setelah dua tahun lamanya aku tak berjumpa dengannya.
Sore itu seusai shalat ashar, aku mengetik skripsiku yang hampir rampung di ruang tamu kontrakanku. Lapat-lapat kudengar suara dua orang laki-laki yang rasanya pernah aku kenal dekat. Radius suara itu makin dekat saja ke tempatku. Pintu masih tertutup. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu dan berucap: “Assalamu’alaikum.” Aku beranjak dari depan komputer, sambil berjalan, “Wa’alaikumussalam”, dan kubuka pintu. Betullah ternyata dugaanku. Dua laki-laki muda berdiri di depan pintu: Rizal dan Mardin. Rizal tidaklah mengejutkan bagiku. Setiap minggu aku biasa berkunjung ke tempat kostnya. Seperti aku, dia pun masih kuliah dan belum memutuskan untuk cepat-cepat berkeluarga. Tapi Mardin, mengapa dia datang dengan wajah buram seperti ini?
“Masuk, masuk. Lama tak berjumpa, nih. Bagaimana kabar?” kataku.
“Beginilah. Sudah lama tinggal di sini?” balasnya.
“Sudah. Sudah hampir setahun. Bagaimana kabar isterimu, anak-anakmu?”
“Baik. Sehat,” jawabnya singkat.
Setelah puas mengobrol dan bernostalgia hingga menjelang maghrib, aku persilahkan mereka untuk mandi. Setelah itu kami berjamaah di Mesjid yang dekat dari kontrakanku.
Usai shalat maghrib, Rizal minta izin untuk pulang. Ternyata Mardin turut meminta izin pulang juga. Kusarankan kepada mereka, menginap saja di kontrakanku. Jika pun tidak, paling tidak Mardin sendiri, sebab sudah lama tidak berjumpa. Apa salahnya dia bermalam di sini hanya untuk semalam, begitu jalan pikaranku berkata. Tiba-tiba Mardin memintaku berbicara dengannya di sudut Masjid. Ada apakah?
“Dai, sebenarnya aku ada perlu denganmu,” katanya agak-agak segan, “Bisa kau bantu aku? Aku butuh uang untuk membayar kontrakkan tempat tinggal kami. Yang punya kontrakan sudah mencoba-coba meneror isteriku, jika tak dibayar pekan ini, ia memastikan akan mengusir paksa kami. Aku kasihan kepada situasi psikologis isteriku. Dia sangat tertekan sekali.”
Aku terperanjat dengan perkataannya ini. Sungguh tak kuduga orang yang dulu berpantang meminta tolong kepada orang lain itu, kini seakan bersimpuh di hadapanku mengharap moga-moga aku memberikan jalan keluar baginya. Aku belum percaya dengan perkataannya itu. Mana bisa aku percaya ada perubahan sikap setajam ini padanya. Kawan yang dulu kukenal ini adalah orang yang tegar dan pantang membikin tangan di bawah. Egonya merasa terhina jika sempat ia melakukan itu. Pernah suatu ketika dia kekurangan uang untuk membayar rekening listriknya. Tak sedikit pun ia mencoba meminjam uang kepadaku, kendatipun ia tahu aku punya uang untuk itu. Sebagai kawan yang juga tempat kostnya berdekatan, apa salahnya ia melakukan itu. Saat itu aku pun tak berinisiatif menawarkan bantuan kepadanya, karena kutahu ia tak akan menerima tawaranku. Bisa-bisa ia menafsirkan dirinya sebagai beban orang lain saja. Kalau sudah seperti itu, harga dirinya akan terusik. Dengan cekatan ia dapatkan uangnya dari menarik angkot yang ia pinjam sehari dari teman sekampungnya. Tapi mengapa tiba-tiba sekarang ia berubah? Inilah yang tidak kumengerti itu.
“Berapa perlunya, Din?” tanyaku. Aku sengaja tak mencoba menanyakan ketidakmengertianku kepada sikapnya yang berubah itu. Kupikir-pikir, apa gunanya aku menanyakan hal itu kepadanya. Bisa-bisa ia menjadi malu dan mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan kepadaku.
“Aku butuh lima puluh ribu rupiah lagi. Dua ratus ribu sudah ada,” katanya.
Aku terdiam sejenak. Mengapa cuma perlu lima puluh ribu rupiah, jauh-jauh datang kemari? Tidak bisakah kawan ini mencarinya di tempat lain seperti yang ia lakukan waktu dulu? Sebelum aku mengiyakannya, ia melanjutkan bicaranya:
“Sudah sebulan ini aku tak punya kerjaan. Kios buku yang kami buka di pasar Jatinegara itu, sudah hancur. Tak ada lagi yang tersisa di sana. Entah siapa yang membakarnya. Padahal sumber hidup keluargaku seratus persen berasal dari sana,” katanya dengan pilu, “Aku terpukul sekali dengan musibah ini. Sungguh tak pernah kubayangkan, akan terjadi seperti ini. Aku belum melunasi semua utang-utangku ke distributor. Kini tanpa berperasaan mereka menagih semua utang-utang itu. Aku sudah coba jelaskan duduk persoalannya kepada mereka. Tapi mereka tidak mau tahu dengan keadaan itu. Akhirnya terpaksa aku melelang motor dan beberapa perhiasan isteriku. Tak ada lagi yang tersisa sekarang selain mungkin beberapa peralatan masak.”
Tanpa berpikir panjang kuberikan keperluannya itu, meskipun uang di dompetku menjadi tersisa dua puluh ribu rupiah. Spontan aku melupakan keperluanku untuk seminggu ke depan yang tidak mungkin ditalang dengan tenaga uang sebanyak dua puluh ribu rupiah. Namun rasanya puas sekali dapat membantu orang seperti kawan ini. Dengan raut wajah penuh terima kasih, akhirnya Mardin permisi untuk pulang dan kedua kawan ini meninggalkanku di sudut Masjid dalam keadaan pikiran gundah.
* * *
Mardin adalah kawan seangkatan di masa kuliah dulu. Sama-sama aktif di gerakan ekstra unversitas. Saya masih ingat perannya saat memimpin barisan mahasiswa dalam menumbangkan pagar pengaman di depan gedung DPR/MPR sehingga para mahasiswa dengan leluasa dapat menyerbu masuk ke dalam gedung rakyat itu. Mungkin kalau pers jeli dalam mencatat kronologi pendudukan gedung DPR/MPR oleh mahasiswa pada tahun 1998 itu, kiranya peristiwa itu menjadi story tersendiri dalam aksi penumbangan rezim Soeharto tersebut. Saat itu, sebagai kordinator lapangan, betapa gagahnya dia bentrok dengan para aparat yang kala itu masih dalam garang-garangnya. Tidak lama setelah itu, dia pun memutuskan untuk menikah dengan gadis pilihannya. Saya ikut menemaninya melamar calon isterinya kepada orang tua gadis itu. Setahun kemudian aku baru bertemu lagi dengannya kala syukuran kelahiran anak pertamanya. Masa itu kelihatan kehidupan ekonomi keluarganya masih sehat-sehat saja.
* * *
Suatu petang, sebulan lebih kurang setelah kedatangannya yang pertama ke rumah kontrakakanku, dia datang kembali. Kali ini dia hanya datang seorang diri. Aku sebenarnya tidak merasa nyaman dengan banyaknya dia mengeluh tentang nasib keluarganya. Dikatakannya, isterinya mengalami radang tenggorokan karena meminum air fasilitas rumah kontrakan mereka yang tidak memenuhi standard kesehatan. Untuk ke Puskesmas memeriksa dan mengobatinya, mereka tidak punya uang. Ujung-ujungnya dia memintaku supaya memberikan bantuan kepadanya.
Selepas shalat maghrib aku meminta untuk ikut pulang bersamanya sekaligus ingin menengok keadaan keluarganya. Terutama aku ingin sekali melihat jagoannya yang sudah lancar merangkak seperti yang ia ceritakan itu. Di dalam perjalanan menuju rumahnya, setelah kuberikan tiga lembar sepuluh ribu rupiah seperti yang dimintanya, aku utarakan rencanaku hendak menikah dalam waktu dekat ini. Kuceritakan juga profil calon isteriku kepadanya. Dia antusias sekali mendengar rencanaku itu. Pendeknya ia akan mendukung dengan segala kemampuan yang ia miliki. Bila perlu, seperti tawarannya, ia bersedia menjadi piar dalam proses pernikahan kami.
Setibanya di rumah kontrakannya yang mungil, waktu sudah menunjukkan pukul 21. 00 WIB. Berarti hampir tiga jam di perjalanan dari tempatku ke tempatnya. Hal itu wajar saja, karena tiga kali ganti angkot baru sampai ke tempat tinggalnya. Pintu terbuka, kulihat isteri dan anak-anaknya sedang bercengkerama di ruang tamu. Mardin memberitahukan kedatanganku kepada isterinya.
“Assalamu’alaikum. Apa kabar,” kataku kepada isterinya.
“Wa’alaikum salam,” sahutnya datar.
Kugendong jagoannya yang menggemaskan itu. “Dialah yang membuat semangatku tidak pernah padam dalam hidup ini,” kata Mardin sambil menatap jagoannya yang montok. Sedang putrinya yang pertama, terlihat agak malu-malu kepadaku. Tidak cepat akrab seperti adiknya.
Isterinya sudah siap menghidangkan makan malam dengan tumis kangkung ala kadarnya. Kemudian ia mempersilahkan kami untuk mencicipi masakannya. Aku pun sudah lapar, langsung saja kusantap yang terhidang di hadapan kami. Entah mengapa makan secara bersama nikmatnya terasa lebih dibanding dengan makan sendirian. Inikah namanya barakah?
Malam itu, sebelum mataku terpejam, pikiranku menerawang sampai ke langit-langit kamar tidur yang diterangi lampu pijar 25 watt. Mengapa selalu saja ada yang tidak adil dalam kehidupan ini? Apa kurangnya kawan ini, tapi mengapa rezekinya begitu payah? Sayup-sayup setengah berbisik kudengar percakapan Mardin dengan isterinya. “Besok kamu ke Puskesmas saja. Ini ada sedikit uang untuk keperluan itu,” katanya kepada isterinya. Hatiku teriris dengan percakapan itu. Ya, Tuhan, betapa menyedihkannya kesulitan yang dialami kawan ini. Aku teringat dengan cerita-cerita sekolompok masyarakat yang menghabiskan uang dua sampai tiga juta rupiah dalam beberapa jam saja pada moment malam tahun baru yang lalu. Betapa kontrasnya kehidupan ini! Andaikan uang yang dihamburkan itu diberikan kepada kawan ini, alangkah bermanfaatnya. Tapi mana mungkin timbul pikiran seperti itu pada mereka. Akhirnya segalanya terbawa ke alam mimpi. Paginya aku tidak ingat lagi apa yang terjadi dalam mimpiku, selain ngilu sayatan yang dalam kurasakan dalam hatiku karena rekaman pesta pora para selbriti dan orang-orang pemburu kenikmatan hidup.

YOU ARE SPECIAL

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00.- ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.

"Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini."
Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi,"Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
"Baiklah," jawabnya, "Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
"Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
"Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.-

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan.
Jangan pernah lupa - Anda spesial...!!!
GOD bless you...

# BESI BATANGAN PUN BISA DIGOSOK MENJADI JARUM #

Alkisah, pada suatu waktu ada sastrawan terkenal dari dataran cina sedang mengisahkan masa lalunya.Pada waktu itu... dia dalam masa sekolah, disaat anak-anak lain bersekolah dan belajar dengan giat dia hanya mau bermain dan berjalan-jalan. Pada waktu berjalan-jalan tersebut, dia melihat seorang nenek tengah menggosok sebatang besi dengan...pelan namun pasti. Merasa penasaran dengan apa yg dilakukan oleh sang nenek, sang anak tersebut pun bertanya, "nek..apa yg nenek lakukan..?" sang nenek pun menjawab "nenek sedang menggosok batangan besi ini untuk dijadikan jarum nak !". merasa terkejut dengan jawaban sang nenek, ia pun menjawab "ah..nenek bermimpi..mana mungkin besi batangan ini bisa digosok menjadi jarum..". Dengan tegas si nenek berkata.....
"selama memiliki kesabaran, ketekunan dan dan keteguhan hati, besi batangan ini bisa digosok menjadi jarum..!!"
Si anak merasa tergugah dengan jawaban sang nenek, sejak saat itu dia menjadi anak yang rajin,tekun dan ulet dalam belajar..dan suatu hari dia menjadi sastrawan yang dikenal dan disegani di dataran cina...

apa makna dari cerita ini..?

kita semua memiliki impian, cita-cita, harapan untuk menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih berhasil di masa depan. Masalahnya..apakah anda memiliki keyakinan, kesabaran, keuletan, dan keteguhan hati untuk mencapai apa yang anda impikan tersebut..?
kadang-kadang dalam hidup ini kita mengalami hambatan, kesulitan, rintangan yang harus dihadapi dan kita pun lupa akan impian, cita-cita dan harapan kita, sehingga kita sudah lupa akan impian kita.

Jangan lupa akan impian kita dalam hidup ini, raih impian dengan kesabaran, ketekunan, keuletan dan keteguhan hati. bila menemui kesulitan, halangan maupun rintangan, jangan menyerah...ubah cara anda dalam mencapai tujuan, bukan mengubah tujuannya, dan carilah mentor, model peran yang sekiranya dapat menjadi contoh dan sumber inspirasi anda dalam meraih apa yang anda inginkan dalam hidup ini..